Fenomena Tanaman-Tanaman yang Menjadi Zombie


Anda mungkin pernah memainkan game populer Plants Vs. Zombies, tapi tahukah anda bahwa ada tanaman yang menjadi zombie?

Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, para ilmuwan telah mengungkapkan bagaimana bakteri parasit dapat mengubah tanaman menjadi zombie.

Sebuah bakteri parasit, yang disebut fitoplasma, membajak organ reproduksi tanaman dan mensterilisasinya sehingga tanaman tetap hidup, tapi hanya untuk keuntungan bakteri tersebut.

Dengan mengubah bunga menjadi apa yang tampak seperti daun, sehingga serangga seperti leafhopper tertarik dan hinggap yang kemudian membawa dan menyebarkan bakteri parasit tersebut. Hal ini memastikan bahwa bakteri akan tersebar jauh dan luas.

 


Leafhopper

 

Parasit lain juga dikenal menginfeksi dan mengontrol otak semut dan dapat membuat tikus lebih rentan terhadap predator seperti yang dapat anda baca disini: Zombie-Zombie di Kerajaan Hewan

Sebelumnya, para imuwan telah tahu bahwa parasit ini adalah dalang dari tanaman yang menjadi zombie tetapi mekanismenya belum diketahui. Saat ini, untuk pertama kalinya, ilmuwan bisa mengungkapkan bagaimana manipulasi yang luar biasa ini terjadi pada tanaman.

Bakteri parasit disebarkan oleh serangga yang hinggap pada tanaman. Bakteri ini menginduksi tanaman untuk mengubah bunga ke dalam seperti daun, mengorbankan reproduksi tanaman dan tanaman menjadi mandul. Tanaman menjadi seperti zombie tanpa prospek bereproduksi dan tergantung pada kelangsungan hidup bakteri.

Bersama dengan para ilmuwan di Wageningen University di Belanda, tim menemukan bahwa bakteri parasit menghasilkan protein yang disebut SAP54 yang penting untuk proses ini. Dan protein ini tergantung pada keluarga protein tanaman yang disebut RAD23.

 

 

Bakteri mempengaruhi berbagai jenis tanaman, mengubah bunga menjadi hijau, mentransformasikannya menjadi jaringan daun atau menghasilkan batang yang dikenal sebagai sapu nenek sihir (Witches’ ​​Broom).

Saat ini bakteri parasit ini dapat dikendalikan oleh pestisida karena ia juga dapat menginfeksi tanaman pangan termasuk: jagung, gandum, wortel, tomat, kentang, lobak, dan anggur. Para ilmuwan berharap bahwa terobosan mereka dapat menyebabkan cara baru untuk mengontrol bakteri dengan mengganggu protein tanpa menggunakan pestisida.

Bagian tanaman yang terinfeksi dimakan oleh leafhopper dan bakteri kemudian dibawa oleh serangga, termasuk pada kelenjar ludah mereka.

Jika serangga menggunakan air liur yang penuh bakteri pada tanaman lain, bakteri dapat menyebar ke jaringan tanaman baru, di mana ia kemudian membuat tanaman baru ini menjadi zombie baru yang lebih menarik bagi leafhopper.

 


Tanda pertama bahwa parasit telah menginfeksi tanaman (versi sehat foto kiri) adalah bahwa kelopak bunga pada tanman perlahan-lahan berubah menjadi hijau (foto kanan) sebelum berubah menjadi jaringan seperti daun.

 

Protein SAP54 dan RAD23 memaksa tanaman untuk mengubah bunganya menjadi bahan seperti daun dan menjadi lebih menarik bagi leafhopper. Leafhopper mengambil bakteri dari tanaman yang terinfeksi dan kemudian dapat menyebarkan bakteri patogen kepada lebih banyak tanaman lain.

Profesor Hogenhout mengatakan: ‘Parasit ini tidak mampu bertahan hidup tanpa serangga dan tanaman inang dan kami telah mengetahui bahwa protein parasit menghubungkan proses yang berbeda dalam tanaman inangnya untuk memanipulasi tanaman maupun serangga.

Dr Allyson MacLean, dari John Innes Centre, yang merupakan penulis utama studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal PLoS Biology, mengatakan : “Ini adalah hal yang menarik untuk dipertimbangkan bahwa bakteri ini mampu memanipulasi cara tanaman tumbuh dan cara serangga berperilaku untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.”

Share

Tentang Rinaldo Jonathan

Admin of this site.

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan