Instagram Post

View this post on Instagram

Selamat Ulang Tahun @yamahamusikid #YamahaMusik131thn Seberapa dekat aku dengan Yamaha? Dekat banget.  Note : ini bukan paid posting. Apa yang aku cerita, apa adanya. Aku suka musik dari kecil. Iya, dulu aku PERNAH kecil.  Umur 3 tahun, aku jalan ke keyboard dengan kereta bayi. Berakhir keyboardnya somplak karena stand keyboard dulu di baut, dan aku dorong keyboardnya sampai jatuh.  Keyboard yang jadi korban, Yamaha PSR510 yang secara teknis, punya mama (gambar bawah) Melihat ketertarikan aku pada musik, terlebih keyboard, aku dibelikan Yamaha PSR2000, dan juga piano digital tua Clavinova CLP-123. Si keyboard akhirnya tewas saat aku SMA, sedangkan si piano dan PSR510 bertahan sampai sekarang. Dari dulu, aku punya ketertarikan khusus dengan keyboard, walaupun bukan punyaku. Setiap kali Yamaha keluarin keyboard baru, aku rutin ke dealer Yamaha walaupun ga beli. Dan ga cuma itu, hampir semua yang nanya keyboard samaku, aku rekomendasikan Yamaha.  Aku udah megang PSR1000,2000,2100,3000,S900,S910,S950,S970,S975 dan banyak lagi yang aku sampai ga hapal.  Sekarang, aku rutin pakai S950 punyaku dirumah, S910 punya gereja, dan S970 kalau kebetulan si kakak @risamelisa ga pake 😜 Ada tiga hal yang aku senang banget dari Yamaha :  Pertama, backward compatibility yang luar biasa.  Percaya atau nggak, aku udah bikin style sendiri sejak kelas 3 SD. Dan saat Yamaha PSR2000 ku menghembuskan nafas terakhirnya, aku sempat copy semua ke disket, pindahkan ke flashdisk untuk S950. Coba tebak, hasilnya SAMA PERSIS!  Tidak seperti ketika style KORG Pa50 ke Pa500, yang kebetulan aku juga pernah punya, wadoo berserak hahahaha Yang kedua, Super!Articulation (S!Art) dan MegaVoice.  S!Art meniru instrumen asli di keyboard ... Seperti aslinya. Ditambah MegaVoice untuk programming ... Brass bisa fall, doit, sfozandro, shake ... Gitar bisa slide, mute, strum, fingerpick Strings bisa fall, slide, multisampled piano ... Yamaha ROMpler terbaik, hands down.  Tapi kenapa ROMpler? Karena sampler Yamaha terbatas. Disini KORG menang. Tapi, Yamaha ... It just works. Sound internal, Yamaha ANNIHILATES EVERYONE. Lanjut di komen ...

A post shared by Rinaldo Jonathan (Panjaitan) (@rinaldojonathan) on

Original Post

Share

Tinggalkan Balasan