Instalasi server sederhana pada Fedora

Artikel ini dibuat untuk menyelesaikan tugas Teori Administrasi Jaringan Komputer di kampus Politeknik Caltex Riau.

Kali ini kita akan membuat server berikut :

  1. FTP server
  2. Webserver

Server kali ini dibuat di Vultr. Vultr adalah penyedia hosting VPS yang murah meriah, dengan billing tiap jam. Jadi, aku bisa sewa server cuma sejam cuma buat praktikum. :hammers

Oke, langsung aja.

Server ini akan dideploy di Singapore, OS Fedora 25, dan RAM 1 GB.

Tunggu 5 menit, maka server akan siap digunakan.

Oh, bukan proses instalasi ini yang kamu harapkan? Sori, tapi aku sudah lama tidak pakai VirtualBox :hammers

Virtual Machine ini sudah ada SSH servernya, jadi kita tinggal masuk ke servernya dengan PuTTY.

Untuk mempermudah kerja kita selanjutnya, kita pasang dulu nano.

Ternyata sudah terinstal.
Eh tunggu, apa ini?

Redirecting to ‘/usr/bin/dnf install nano’ (see ‘man yum2dnf’;)

Sejak release fedora 22 (Ini Fedora 25), Yum sudah diganti dengan DNF (Dandified Yum). Yum package manager sudah tiada, dan sudah ada dnf sebagai penggantinya. Lalu dibuatlah package yum2dnf yang mengkonversikan perintah yum ke dnf. Karena itu, yum tetap bekerja seperti biasanya, walaupun sebenarnya yang bekerja adalah dnf.

Kenapa Yum diganti? Penyebabnya mungkin ini :

  1. Dokumentasinya gak jelas. Hanya untuk melakukan sesuatu, developer harus buka coding Yum satu persatu. Jelas tidak efektif.
  2. Fedora mulai pindah dari Python 2 ke Python 3. Jelas, Yum tidak akan selamat, tapi dnf sendiri bisa dipakai di Python 2 ataupun 3.
  3. Yum susah memperbaiki dependensi.

Selengkapnya disini. 

Oke, bukan ini yang mau kita bahas, tapi ah sudahlah.

Sekarang, kita akan menginstal webserver. Asumsikan saja dia minta LAMP stack (LAMP = Linux Apache MySQL PHP).

Pertama, jalankan

dnf install httpd

Lalu, kamu perlu mengenable httpd supaya start setiap kali boot

systemctl enable httpd.service

Baru start

systemctl start httpd.service

Baru coba cek sudah jalan atau tidak

systemctl status httpd.service

Supaya bisa diakses lewat luar, kamu harus disable firewallnya untuk port HTTP dan HTTPS.

firewall-cmd --permanent --add-service=http
firewall-cmd --permanent --add-service=https

Lalu reload firewallnya.

systemctl reload firewalld

Selesai deh (untuk httpd).

Catatan :

  • File default untuk fedora httpd ada di /var/www/html. Disini tempat kamu meletakkan file.
  • File configuration ada di /etc/httpd. httpd.conf ada di /etc/httpd/conf/httpd.conf, dan virtual hosts bisa diletak di /etc/httpd/conf.d.

Selanjutnya, kita akan install MariaDB. MariaDB adalah alternatif MySQL yang opensource.

Sedikit cerita dari MariaDB, MariaDB dan MySQL diciptakan oleh Michael “Monty” Widenius. Setelah MySQL AB terjual ke Sun Microsystems, Monty membuat perusahaan baru yang namanya MariaDB, yang selalu dibuat kompatibel dengan MySQL. Saking kompatibelnya, MySQL bisa langsung dihapus, ditimpa MariaDB, dan MariaDB akan langsung jalan dengan file file MySQL yang lama. Nama MariaDB sendiri diambil dari anak bungsunya Monty yang bernama Maria, sementara nama MySQL juga dari anaknya yang lain yang bernama My.

Selesai ceritanya. Sekarang instalasi.

Untuk menginstal MariaDB di Fedora 25, gunakan command berikut.

dnf install mariadb-server

Sekarang, enable MariaDB nya saat boot.

systemctl enable mariadb.service

Lalu start MariaDB nya.

systemctl start mariadb.service

Lalu cek kalau MariaDB nya sudah jalan.

systemctl status mariadb.service

Starting MySQL ataupun MariaDB memang biasanya agak lama, karena dia harus ngecek kesehatan database dulu.
Seperti namanya, mereka berdua ini ngambekan. Salah sedikit pada DB ataupun config, mereka langsung ngambek, ga ngasih tau salahnya dimana, dan langsung kill process. Persis kayak cewek.

… itulah kenapa namanya Maria.

Lanjut, kita harus mengamankan server kita. Gunakan command ini.

mysql_secure_installation

Ini adalah script yang mengatur keamanan standar pada MariaDB. Baca dengan seksama dan dengan tempo yang sesingkat singkatnya

Lanjut, kita akan masang PHP. PHP adalah bahasa pemograman untuk website.

dnf install php php-common

Lalu kita juga perlu beberapa modul tambahan PHP.

dnf install php-gd php-cli php-mbstring

Setelah instalasi selesai, kamu harus restart Apache, supaya dia tau kalau dia sekarang harusnya sudah paham mengeksekusi file PHP.

systemctl restart httpd

Kita akan membuat file test sederhana untuk PHP.

 echo "" >> /var/www/html/info.php

Berikut hasilnya setelah dieksekusi.

 

Dan ini mengakhiri instalasi LAMP server pada Fedora 25.

Selanjutnya, kita akan menginstal server FTP.

dnf install vsftpd

Untuk menjalankan vsftpd setiap restart, gunakan command ini

systemctl enable vsftpd.service

Untuk menjalankan vsftpd sekarang, gunakan command ini

systemctl start vsftpd.service

Untuk mengecek status vsftpd, gunakan command ini

systemctl status vsftpd.service

Lalu, disable firewall untuk ftp.

firewall-cmd --add-service=ftp --permanent 

firewall-cmd --reload

Sekarang kamu bisa pakai FTP server dengan user dalam linux.

Dalam contoh ini, saya buat user rinaldo dan memberikan password

Sekarang, kita bisa login dengan user rinaldo pada FileZilla.

Share

Tentang Rinaldo Jonathan

Admin of this site.

Tulisan ini dipublikasikan di Laporan Kampus, Tutorial. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan