Katekisasi menurut GPIB

  • berdasarkan sinode GPIB 14 di bali, katekisasi yang diajarkan GPIB adlh salah satu mata rantai dari kegiatan pembinaan warga gereja.
  • Arti mata rantai adalah terus berkelanjutan, tidak ada putusnya.
  • menurut GPIB, katekisasi berpangkal dari credo atau pengakuan iman.
  • GPIB tidak hanaya memberi pengetahuan intelektual tentang alkitab tetapi juga kemampuan praktikal kepada katekisan.
  • katekisan adalah orang yang diajar.
  • katekismus adalah bahan yang diajarkan.
  • tujuan katekisasi adalah mengajarkan dasar2 iman kristen kepada warga jemaat, terlebih khusus katekisan, diperlengkapi tentang firman allah dan bisa melaksanakan kehendak allah dalam hidupnya melalui bimbingan roh kudus.
  • akhir dari katekisasi, para katekisan menerima peneguhan sidi.
  • menurut R. J. Potter : peneguhan sidi adalah kesempatan untuk mengakui iman dihadapan jemaat sebagai pernyataan, bahwa janji orang tua di tepati dan sang anak percaya kepada Yesus Kristus. melalui peneguhan sidi, seseorang diterima sebagai anggota jemaat yang bertanggung jawab untuk mengambil pelayanan jemaat dan ikut perjamuan kudus.
  • pada peneguhan sidi, para katekisan akan diperhadapkan pada 3 pertanyaan yang merupakan pernyataan dan pengakuan iman. ketiga pertanyaan itu adalah :
    1. percaya kepada allah tritunggal yang esa
    2. percaya kepada yesus kristus
    3. menerima alkitab sebagai firman tuhan
  • setelah peneguhan sidi baru, para sidi baru harus menyatakan janji2 yang telah diucapkan melalui peribadahan, pembinaan, ikut terjun dalam pelayanan PA, PT, GP, PKP, PKB, dan PKLU, serta menyatakan kesaksian sebagai orang-orang kristen.

Kesimpulan :

  1. Katekisasi dan peneguhan sidi adalah satu kesatuan utuh sebagai salah satu mata rantai pembinaan warga gereja.
  2. Peneguhan sidi adalah akhir dari satu tahapan formal yaitu katekisasi dan awal dari keterlibatan seseorang dalam pelayanan gereja.

  The note ends here.

Share
Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan